JazLearnThai

Bahasa Thailand mirip Indonesia: 12 kemiripan yang bisa kamu pakai

Tim JazLearnThai 7 menit baca

Ya, bahasa Thailand mirip Indonesia, tetapi bukan di bunyinya: yang mirip adalah tata bahasanya. Kedua bahasa tidak mengubah kata kerja untuk orang atau waktu, tidak menandai jamak, dan tidak punya kata sandang. Halaman ini merinci 12 kemiripan yang benar-benar memotong waktu belajarmu, lalu 4 hal yang tetap harus kamu kerjakan dari nol.

Apakah bahasa Thailand mirip Indonesia, dan miripnya di bagian mana?

Bahasa Thai dan bahasa Indonesia adalah dua bahasa yang tidak berkerabat tetapi bekerja dengan cara yang sangat mirip. Bahasa Thai masuk rumpun Kra-Dai, bahasa Indonesia masuk rumpun Austronesia; keduanya tidak punya nenek moyang bersama. Kemiripannya datang dari dua sumber lain: tipologi yang sejajar (kata tidak berubah bentuk untuk waktu, orang, dan jumlah) dan satu lapisan kata serapan Sanskerta yang kebetulan mendarat di kedua bahasa.

Satu koreksi yang perlu di depan: bahasa Thai bahasa isolatif, sedangkan bahasa Indonesia masih punya pembentuk kata seperti me-, ber-, dan -kan. Jadi keduanya bukan sama-sama tanpa imbuhan. Yang sama adalah tidak adanya perubahan bentuk untuk waktu, orang, dan jumlah, dan justru bagian itulah yang paling banyak menghabiskan waktu pelajar bahasa Inggris, Arab, atau Jerman.

11 kemiripan tata bahasa antara bahasa Thai dan bahasa Indonesia

Sebelas dari dua belas kemiripan ada di tata bahasa; yang kedua belas ada di kosakata dan dibahas di bagian setelah tabel ini. Semua kata Thai di kolom tengah diambil apa adanya dari kamus JazLearnThai, lengkap dengan cara baca bernada dan audionya.

NoKemiripanBahasa ThaiBahasa Indonesia
1Kata kerja tidak dikonjugasiกิน (kin) dipakai untuk semua orang dan semua waktu"makan" tidak berubah untuk saya, kamu, atau dia
2Waktu ditandai kata terpisah, bukan bentuk kataแล้ว (léew) = sudah; จะ (cà) = akan"sudah" dan "akan" bekerja persis begitu
3Kalimat selesai dibentuk dengan menambah satu kataเสร็จแล้ว (sèt léew)"sudah selesai", susunannya sejajar
4Kata benda tidak punya bentuk jamakคน (khon) bisa berarti orang maupun orang-orang"orang" juga tidak berubah untuk jumlah
5Pengulangan dipakai untuk menyatakan jamakสิ่งดี ๆ (sìng dii-dii) = hal-hal baik"hal-hal", pola pengulangan yang sama
6Pengulangan juga melunakkan dan memperhalusช้าๆ (cháa-cháa) = perlahan-lahan, dari ช้า (cháa) = lambat"perlahan-lahan" dibentuk dengan cara yang sama
7Tidak ada kata sandangtidak ada padanan "a", "an", atau "the"juga tidak ada; kata benda berdiri sendiri
8Urutan dasar subjek-predikat-objekฉันเป็นคนอินโด (chǎn pen khon in-doo)"saya orang Indonesia", kata per kata sejajar
9Penjelas diletakkan setelah kata bendaภาษาไทย (phaa-sǎa thai), ข้าวผัด (khâaw-phàt), อากาศหนาว (aa-kàat nǎaw)"bahasa Thai", "nasi goreng", "cuaca dingin"
10Penyangkalan diletakkan sebelum kata kerjaไม่ (mâi) + kata kerja"tidak" + kata kerja, posisi yang sama
11Kata tanya dan partikel tanya jatuh di akhirทำอะไร (tham à-rai), เข้าใจไหม (khâo cai mǎi)"melakukan apa?", "paham kan?"

Dua kemiripan yang paling jarang disebut: kata ganti dan kata bantu bilangan

Kata ganti orang ketiga bahasa Thai tidak bergender. เขา (khǎo) dipakai untuk laki-laki maupun perempuan, sama seperti "dia" dalam bahasa Indonesia, jadi kamu tidak perlu memilih antara he dan she saat bicara. Ini kemiripan nomor 10 dari dua belas, dan penutur Indonesia biasanya baru menyadarinya setelah pernah pusing dengan bahasa Inggris.

Kemiripan nomor 11 adalah kata bantu bilangan, yang sering dianggap keanehan khas bahasa Thai padahal bahasa Indonesia punya juga. Bahasa Indonesia memakai sebuah, seorang, dan seekor; bahasa Thai memakai penggolong seperti คน (khon) untuk menghitung orang. Bedanya cuma urutan: bahasa Indonesia menaruh penggolong sebelum kata bendanya ("dua orang guru"), bahasa Thai menaruhnya di belakang.

Kemiripan ke-12: lapisan kata Sanskerta yang mendarat di kedua bahasa

Kemiripan kosakata bahasa Thai dan bahasa Indonesia hampir seluruhnya berasal dari satu sumber yang sama: bahasa Sanskerta. Kata-kata ini tidak dipinjam satu bahasa dari bahasa yang lain. Bahasa Thai menyerapnya lewat Pali dan Khmer Kuno, bahasa Indonesia menyerapnya lewat Jawa Kuno dan Melayu Klasik, dan hasilnya bertemu di tengah.

Bahasa ThaiCara bacaArti di bahasa ThaiKata IndonesiaAkar bersama
ภาษาphaa-sǎabahasabahasaSanskerta bhāṣā, ke bahasa Thai lewat Pali bhāsā
ครูkhruuguruguruSanskerta guru
มนุษย์má-nútmanusiamanusiaSanskerta manuṣya
สัตว์sàthewansatwaSanskerta sattva
อากาศaa-kàatcuaca, udaraangkasaSanskerta ākāśa
นามสกุลnaam-sà-kunnama belakangnamaSanskerta nāman, di bagian นาม
ขอโทษkhǒo-thôotmaafdosaSanskerta doṣa, di bagian โทษ

Perhatikan bahwa akar yang sama tidak berarti arti yang sama. อากาศ (aa-kàat) di bahasa Thai berarti cuaca atau udara, sedangkan "angkasa" di bahasa Indonesia berarti langit; สัตว์ (sàt) berarti hewan sehari-hari, sedangkan "satwa" terasa formal. Jadi pasangan-pasangan ini gampang diingat sebagai jangkar hafalan, bukan sebagai terjemahan langsung.

Lapisan kedua: kata modern yang diambil kedua bahasa dari luar

Selain lapisan Sanskerta, ada lapisan serapan modern yang membuat sebagian kosakata bahasa Thai langsung terbaca oleh penutur Indonesia. Bedanya, kali ini jalurnya berbeda dan hanya bertemu di ujung: สบู่ (sà-bùu) masuk ke bahasa Thai dari bahasa Portugis sabão, sedangkan "sabun" masuk ke bahasa Indonesia dari bahasa Arab ṣābūn. กาแฟ (kaa-fee) datang lewat bahasa Prancis café dan "kopi" lewat bahasa Belanda koffie, tetapi keduanya berujung pada satu kata Arab, qahwa.

Serapan dari bahasa Inggris jauh lebih gampang lagi karena bunyinya nyaris utuh: คอมพิวเตอร์ (khoom-phiw-teuu) adalah komputer dan แท็กซี่ (thék-sîi) adalah taksi. Kata-kata seperti ini adalah kemenangan gratis pertama yang bisa kamu ambil di hari pertama belajar.

4 hal yang sama sekali tidak mirip dan tetap harus dipelajari dari nol

Empat hal berikut tidak punya padanan sama sekali di bahasa Indonesia, dan keempatnya adalah tempat pelajar Indonesia paling sering tersandung. Kalau sebuah artikel hanya menyebut kemiripan tanpa menyebut daftar ini, artikel itu menjual harapan.

  1. Nada. Bahasa Thai punya 5 nada, dan nada mengubah arti kata, bukan sekadar rasa. ใกล้ (klâi) berarti dekat, ไกล (klai) berarti jauh; tulisannya beda satu huruf dan nadanya beda, artinya berlawanan. Bahasa Indonesia tidak punya mekanisme ini sama sekali.
  2. Aksara. Bahasa Thai memakai aksara sendiri dengan 44 huruf konsonan, ditulis tanpa spasi antar kata, dan huruf vokalnya bisa berada di depan, di belakang, di atas, atau di bawah konsonannya. Ini bagian yang paling menyita waktu, dan tidak ada jalan pintas dari bahasa Indonesia.
  3. Panjang vokal membedakan arti. ข้าว (khâaw) berarti nasi dan เข้า (khâo) berarti masuk. Nadanya sama-sama turun; yang membedakan hanya panjang vokalnya. Di bahasa Indonesia, memanjangkan vokal tidak pernah mengganti kata.
  4. Kesopanan yang mengikuti gender penutur. Partikel ครับ (khráp) dipakai penutur laki-laki dan ค่ะ (khâ) dipakai penutur perempuan, dan kata ganti "saya" pun terpisah: ผม (phǒm) untuk laki-laki, ฉัน (chǎn) untuk perempuan. Bahasa Indonesia mengatur kesopanan lewat pilihan kata dan sapaan seperti Bapak atau Mbak, bukan lewat gender pembicara.

Kenapa banyak kata yang terasa mirip ternyata bukan serapan yang sama?

Bahasa Indonesia mendapat satu lapisan serapan besar yang tidak pernah sampai ke bahasa Thai, yaitu lapisan bahasa Arab. Akibatnya banyak kata sehari-hari yang artinya sama di kedua bahasa justru berakar berbeda: "selamat" berasal dari bahasa Arab salāmāt, sedangkan salam bahasa Thai สวัสดี (sà-wàt dii) berasal dari bahasa Sanskerta svasti. Begitu juga "waktu" yang berasal dari bahasa Arab waqt, sementara เวลา (wee-laa) berasal dari Pali velā.

Konsekuensinya untuk cara belajarmu: pakai kemiripan sebagai jangkar hafalan, jangan pakai sebagai alat menebak. Menebak kata Thai dari kata Indonesia yang bunyinya mirip akan benar beberapa kali dan salah lebih sering, dan kesalahan nada jauh lebih mahal daripada kesalahan tebakan arti.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah bahasa Thailand dan bahasa Indonesia masih satu rumpun bahasa?
Tidak. Bahasa Thai termasuk rumpun Kra-Dai dan bahasa Indonesia termasuk rumpun Austronesia, jadi keduanya tidak berkerabat. Kemiripannya datang dari tipologi yang sejajar dan dari kata serapan Sanskerta yang sampai ke kedua bahasa lewat jalur yang berbeda.
Apakah orang Indonesia lebih cepat belajar bahasa Thailand?
Lebih cepat di bagian tata bahasa, tidak di bagian bunyi. Aturan yang biasanya paling lama dihafal, yaitu konjugasi, kala, dan bentuk jamak, memang tidak ada di kedua bahasa. Tetapi 5 nada dan aksara Thai adalah pekerjaan baru sepenuhnya, dan keduanya biasanya menghabiskan porsi waktu terbesar.
Berapa banyak kata bahasa Thailand yang mirip bahasa Indonesia?
Tidak ada angka pasti yang bisa kami klaim. Bahasa Thai menyerap ribuan kata dari Sanskerta dan Pali, tetapi hanya sebagian yang juga masuk ke bahasa Indonesia, dan sebagian dari yang masuk sudah bergeser artinya. Yang bisa dipastikan adalah pasangan yang akarnya sudah dicek satu per satu, seperti tujuh pasangan di halaman ini.
Apakah orang Thai bisa mengerti bahasa Indonesia begitu saja?
Tidak. Kemiripan tata bahasa tidak membuat dua bahasa saling dipahami, dan kata serapan yang sama pun terdengar berbeda karena nada dan panjang vokal bahasa Thai. Percakapan tetap butuh belajar dari awal di kedua arah.
Karena tata bahasanya mirip, apakah aksara Thai boleh dilewati saja?
Sebaiknya tidak dilewati, tetapi tidak harus jadi hal pertama. Cara baca latin tanpa tanda nada menyembunyikan perbedaan yang mengganti arti, misalnya ใกล้ (klâi, dekat) dan ไกล (klai, jauh). Karena itu setiap kata di kamus JazLearnThai ditulis dengan tanda nada dan disertai audio, supaya hafalanmu tetap benar selama aksaranya belum kamu kuasai.

JazLearnThai adalah aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia: 2871 halaman kata dengan audio, romanisasi bernada, dan latihan terjadwal untuk 5 nada bahasa Thai. Karena bahasa Indonesia yang jadi titik tolaknya, penjelasannya bisa langsung menunjuk kemiripan seperti "perlahan-lahan" dan ช้าๆ, bukan menerjemahkan penjelasan yang aslinya ditulis untuk penutur bahasa Inggris.

Mulai dari kemiripannya, latih yang berbeda