JazLearnThai

Berapa lama belajar bahasa Thailand sampai bisa ngobrol?

Tim JazLearnThai 7 menit baca

Berapa lama belajar bahasa Thailand sampai bisa ngobrol sederhana? Perkiraannya 250 sampai 500 jam latihan: 1,5 sampai 3 tahun kalau kamu latihan 30 menit sehari, 4 sampai 8 bulan kalau 2 jam sehari. Untuk sekadar bertahan di transaksi warung dan taksi, 20 sampai 40 jam sudah cukup. Angka acuan yang paling sering dikutip, 1.100 jam dari Foreign Service Institute, mengukur target yang jauh lebih tinggi.

Berapa lama belajar bahasa Thailand kalau dihitung dalam jam?

Satuan yang berguna untuk pertanyaan ini adalah jam latihan, bukan bulan. Bulan tidak mengukur apa pun: dua orang yang sama-sama "belajar 6 bulan" bisa terpisah 200 jam latihan. Tabel di bawah memakai tiga target yang bisa dibedakan dengan jelas, lalu menerjemahkan jamnya ke dua ritme belajar yang realistis.

TargetYang bisa kamu lakukanPerkiraan jam latihanKalau 30 menit/hariKalau 2 jam/hari
Bertahan di transaksimenyapa, menawar harga, pesan makanan, menyebut angka, minta tolong20-40 jam1-3 bulan2-3 minggu
Ngobrol sederhanamemperkenalkan diri, basa-basi, mengikuti jawaban orang Thai yang bicara agak lambat, membetulkan salah paham250-500 jam1,5-3 tahun4-8 bulan
Kerja memakai bahasa Thairapat, telepon pelanggan, membaca dokumen dan pengumuman, menulis pesan kerja1.100 jam ke atassekitar 6 tahun1,5-2 tahun

Kolom jam pada baris pertama dan kedua adalah perkiraan editorial JazLearnThai, diturunkan dari angka acuan FSI di bawah dan dari pengalaman mengajar kelas kami; keduanya bukan hasil pengukuran dan bukan angka resmi siapa pun. Yang berasal dari sumber luar hanya baris ketiga: 1.100 jam. Kolom bulan dan tahun murni aritmetika: 30 menit sehari adalah 15 jam sebulan, 2 jam sehari adalah 60 jam sebulan.

Kenapa angka 1.100 jam dari FSI sering dikutip, dan kenapa itu bukan angkamu

Foreign Service Institute (FSI) adalah sekolah bahasa Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, dan daftar kesulitan bahasanya menempatkan bahasa Thai di kelompok 44 minggu atau sekitar 1.100 jam kelas. Di daftar FSI versi klasik kelompok itu bernama Kategori IV; setelah kategorinya dinomori ulang, kelompok 44 minggu yang sama disebut Kategori III, jadi jangan bingung kalau menemukan dua label berbeda untuk angka yang sama.

Empat hal membuat 1.100 jam itu tidak bisa dipakai langsung sebagai jawaban untuk "berapa lama sampai bisa ngobrol":

  1. Targetnya jauh di atas ngobrol. 1.100 jam mengantar murid FSI ke level S-3/R-3, yaitu kemampuan kerja profesional: sanggup rapat dan membaca dokumen, bukan sanggup memesan makanan.
  2. Muridnya penutur asli bahasa Inggris. Daftar FSI mengukur jarak tiap bahasa dari bahasa Inggris, bukan dari bahasa Indonesia, dan dua jarak itu tidak sama.
  3. Itu jam kelas, bukan jam belajar total. 1.100 jam dibagi 44 minggu berarti sekitar 25 jam kelas per minggu, penuh waktu, dengan pengajar, ditambah pekerjaan rumah di luar hitungan itu.
  4. Kondisinya nyaris ideal. Murid FSI adalah diplomat yang dibayar untuk belajar, dalam kelas kecil, tanpa pekerjaan lain yang bersaing. Kalau kamu belajar setelah jam kerja, jamnya tidak seproduktif itu.

Berapa lama sampai bertahan di transaksi, ngobrol, dan kerja pakai bahasa Thai?

Tiga target itu berbeda bukan pada jumlah kata, tetapi pada apa yang harus jalan otomatis. Berikut asumsi di balik tiap rentang, supaya kamu bisa menilai sendiri apakah rentangnya cocok untuk situasimu.

20-40 jam: bertahan di transaksi

Asumsi rentang ini: sekitar 150-250 kata dan belasan pola tetap, dilatih hanya untuk dipakai lisan, tanpa belajar membaca tulisan Thai. Isinya salam seperti สวัสดีครับ (sà-wàt-dii khráp), pertanyaan harga เท่าไหร่ (thâo-rài), angka, ขอบคุณ (khòop-khun), dan penyelamat percakapan ไม่เป็นไร (mâi pen rai). Kamu masih akan salah nada, dan penjual tetap paham karena konteksnya sudah jelas.

250-500 jam: ngobrol sederhana

Asumsi rentang ini: sekitar 1.000-1.500 kata aktif, nada yang cukup konsisten sehingga kata yang kamu ucapkan tidak sering tertukar dengan kata lain, dan kemampuan menangkap jawaban yang tidak kamu siapkan. Batas bawah 250 jam berlaku kalau kamu tinggal di Thailand dan bicara setiap hari; batas atas 500 jam lebih realistis kalau semua latihanmu dari aplikasi dan video, karena mendengarkan orang Thai asli yang bicara cepat adalah keterampilan terpisah yang hanya tumbuh dari ฟัง (fang) berjam-jam. Pertanyaan pembuka seperti สบายดีไหม (sà-baay dii mǎi) mudah dihafal; menangkap jawabannya yang tidak dihafal itulah bagian 250 jamnya.

1.100 jam ke atas: kerja memakai bahasa Thai

Untuk ทำงาน (tham-ngaan) memakai bahasa Thai, angka 1.100 jam FSI adalah lantai, bukan perkiraan. Alasannya: di level ini membaca tulisan Thai berhenti menjadi opsional, karena kontrak, jadwal, grup chat kantor dan pengumuman semuanya tidak beraksara latin. Kalau jam belajarmu tersebar tipis selama bertahun-tahun, sebagian jam awal habis untuk mengulang yang sudah lupa, jadi total jamnya naik; 1.500-2.500 jam adalah perkiraan kami untuk pembelajar paruh waktu, dan itu perkiraan, bukan data.

Apa yang membuat orang Indonesia lebih cepat, dan apa yang memperlambat?

Penutur bahasa Indonesia punya dua keunggulan nyata dan dua hambatan nyata dalam belajar bahasa Thailand. Keunggulan pertama: tata bahasanya sama-sama analitik. Kata kerja bahasa Thai tidak berubah bentuk menurut waktu atau pelaku, kata benda tidak punya bentuk jamak, dan waktu ditandai kata keterangan; struktur itu terasa wajar bagi penutur Indonesia, sementara penutur Inggris justru harus membongkar kebiasaan konjugasi dan tenses.

Keunggulan kedua: sebagian kosakata berbagi akar Sanskerta dan Pali dengan bahasa Indonesia, jadi artinya bisa kamu duga. Contoh yang bisa kamu cek sendiri di kamus kami: ภาษา (phaa-sǎa) artinya bahasa, dan ครู (khruu) artinya guru. Kelompok kata seperti ini kecil, tetapi setiap kata yang tidak perlu dihafal dari nol adalah jam yang tidak terpakai.

Hambatannya juga dua. Pertama, nada: bahasa Thai punya 5 nada, dan salah nada mengubah kata, bukan cuma aksen. Penutur Indonesia memakai tinggi-rendah suara untuk penekanan dan emosi, jadi kebiasaan itu harus dinonaktifkan dulu sebelum nada bisa dipakai sebagai pembeda kata. Kedua, aksara: alfabet Thai punya 44 huruf konsonan, vokal bisa ditulis di depan, belakang, atas, atau bawah konsonan, dan antar kata tidak ada spasi. Untuk penutur Indonesia yang menulis satu bunyi satu huruf dan memakai spasi, ini benar-benar sistem baru, dan ini bagian yang paling sering membuat orang berhenti di bulan kedua.

Kenapa perkiraan waktu belajar bahasa Thai bisa beda sampai lima kali lipat?

Kalau kamu bertanya di lima tempat dan mendapat lima jawaban yang jauh berbeda, biasanya bukan karena ada yang bohong, tetapi karena lima orang itu menghitung hal yang berbeda. Lima variabel ini yang menentukan angkanya:

VariabelKenapa mengubah angkanyaEfek pada perkiraan jam
Definisi "bisa"bertahan di transaksi dan level kerja berjarak lebih dari 1.000 jampaling besar, sampai 30 kali
Isi satu jamsatu jam mengulang kata yang sudah hafal tidak sama dengan satu jam kata baru plus koreksibesar
Belajar aksara atau tidakmenunda aksara mempercepat 3 bulan pertama, lalu menutup pintu membaca dan mempersulit kosakata besarbesar, arahnya berganti di tengah jalan
Tinggal di Thailand atau tidaklingkungan memberi jam mendengar gratis yang tidak bisa ditiru aplikasisedang sampai besar
Jarak antar sesilatihan yang dipecah harian mengalahkan latihan menumpuk di akhir minggu, karena lupa terjadi di antara sesisedang

Variabel terakhir itu yang paling sering diabaikan, padahal paling mudah dikendalikan. 30 menit setiap hari dan 3,5 jam sekali seminggu menghasilkan jumlah jam yang sama di atas kertas; yang harian menang karena setiap sesi menangkap kata tepat sebelum kata itu hilang.

Kenapa yang menentukan lamanya adalah jadwal ulangan, bukan durasi belajar

JazLearnThai adalah aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia, dan mesin latihannya dibangun tepat di sekitar masalah lupa ini. Sistemnya Leitner: satu kata yang kamu jawab salah kembali di hari yang sama, dan satu kata yang kamu jawab benar dijadwalkan ulang besok, bukan hari itu juga. Sebuah kata baru dihitung "sudah familiar" setelah 3 jawaban benar berurutan, dan karena jadwalnya lompat sehari tiap kali benar, satu kata butuh minimal 3 hari kalender untuk sampai ke sana; dua arah, Thai ke Indonesia dan Indonesia ke Thai, dihitung terpisah.

Konsekuensinya untuk pertanyaan waktu: jumlah kata yang bisa kamu kunci per bulan dibatasi oleh berapa hari kamu muncul, bukan oleh berapa lama kamu duduk. Itu sebabnya jawaban jujur untuk pertanyaan ini berbentuk rentang jam, dan itu juga sebabnya soal di kurikulum kami naik lewat tangga 20 tingkat kesulitan: tingkat 1 mencocokkan kata dengan artinya, tingkat 17 sampai 19 menuntut kamu mengucapkannya sendiri, dan tingkat 20 adalah satu dialog dua orang yang harus kamu lengkapi. Bisa mengenali kata dan bisa mengucapkannya dalam percakapan adalah dua tempat berbeda di tangga itu, terpisah ratusan jam.

Bahan latihannya terbuka untuk diperiksa sebelum kamu mulai menghitung jam: kamus bahasa Thailand kami berisi 2.871 halaman kata dengan audio dan romanisasi bernada, dan tiap kata punya halaman sendiri seperti เรียนภาษา (riian phaa-sǎa).

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bisakah lancar bahasa Thailand dalam 3 bulan?
Bisa untuk level transaksi, tidak untuk level ngobrol. Dalam 3 bulan dengan 30 menit sehari kamu mengumpulkan sekitar 45 jam latihan, cukup untuk menyapa, menawar, dan memesan. Ngobrol sederhana butuh perkiraan 250-500 jam, jadi 3 bulan hanya cukup kalau kamu latihan 3 jam sehari dan tinggal di lingkungan Thai.
Berapa kosakata bahasa Thai yang perlu dihafal untuk bisa ngobrol?
Perkiraan kami sekitar 1.000-1.500 kata aktif untuk percakapan sehari-hari, dan 150-250 kata untuk urusan transaksi. Angka ini perkiraan editorial, bukan hasil penelitian; yang lebih menentukan adalah 1.000 kata itu aktif atau cuma bisa dikenali.
Apakah harus belajar aksara Thai, atau cukup romanisasi?
Untuk perjalanan wisata, romanisasi cukup. Untuk kerja atau tinggal lama, aksara wajib, karena harga, jadwal, pengumuman dan grup chat kantor tidak beraksara latin. Menunda aksara mempercepat bulan-bulan pertama lalu memperlambat semua bulan setelahnya.
Apakah bahasa Thailand lebih sulit dipelajari orang Indonesia daripada orang Inggris?
Lebih mudah pada tata bahasa dan sebagian kosakata, sama sulitnya pada nada dan aksara. Tata bahasa Thai yang analitik dan kata serapan Sanskerta seperti phaa-sǎa dan khruu menguntungkan penutur Indonesia; 5 nada dan 44 konsonan tetap sama beratnya untuk semua pemula.
Kalau saya kerja di Thailand, berapa lama sampai bisa bahasa Thai untuk kerja?
Rentang wajarnya 1,5 sampai 2 tahun kalau kamu bisa menyisihkan sekitar 2 jam sehari, memakai angka lantai FSI 1.100 jam. Tinggal di Thailand memotong bagian mendengarkan, tetapi tidak memotong bagian membaca: itu tetap harus dijadwalkan sendiri.

Mulai hitung jam latihanmu hari ini, gratis