Kata ganti bahasa Thai untuk saya, kamu, kita, dan dia
Kata ganti bahasa Thai tidak sesederhana saya-kamu-dia dalam bahasa Indonesia: pilihan katanya berubah menurut kesopanan, umur relatif si pembicara terhadap lawan bicaranya, jenis kelamin penutur, dan kedekatan hubungan. ผม (phǒm) dan ฉัน (chǎn) sama-sama diterjemahkan "saya" di kamus, tetapi keduanya dipakai oleh penutur yang berbeda.
Bahasa Indonesia punya satu set kata ganti kecil yang tertutup: saya, kamu, dia, kita, tinggal pilih dan pakai ke siapa saja. Bahasa Thai tidak bekerja seperti itu. Kata ganti orang di bahasa Thai adalah sistem terbuka yang ikut menandai siapa yang bicara, bukan cuma siapa yang dibicarakan, sehingga satu kalimat yang sama bisa terdengar benar dari mulut satu orang dan aneh dari mulut orang lain.
Semua tulisan Thai, romanisasi bernada, dan arti di halaman ini diambil apa adanya dari kamus JazLearnThai, yang hari ini memuat 2871 halaman kata bersuara. Tidak ada kata ganti yang dikarang untuk keperluan artikel ini.
Kenapa kata ganti bahasa Thai lebih rumit daripada saya-kamu-dia
Empat hal ikut menentukan kata ganti mana yang benar dalam sebuah kalimat bahasa Thai: kesopanan situasinya, umur penutur dibandingkan lawan bicara, jenis kelamin penutur, dan hubungan di antara keduanya. Bahasa Indonesia hanya peduli pada satu dari empat hal itu, yaitu kesopanan, dan itu pun lewat kata tambahan seperti "Anda" atau "Bapak", bukan lewat kata ganti orang pertama.
Contohnya, kata ganti "saya" di bahasa Thai bercabang dua tergantung jenis kelamin penuturnya, sesuatu yang sama sekali tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, kata ganti "anda" cenderung netral gender, tetapi berganti bentuk lain kalau lawan bicaranya jauh lebih tua atau lebih senior. Itulah alasan artikel ini menaruh dua tabel: satu untuk kata ganti inti, satu lagi untuk sistem panggilan kekerabatan yang menggantikan kata ganti di banyak situasi sehari-hari.
Tabel kata ganti inti bahasa Thai: saya, kamu, kita, dia, itu
Enam kata ganti berikut menutup hampir semua percakapan dasar. Kolom "dipakai oleh" adalah bagian yang paling sering dilewatkan buku pelajaran, padahal justru itu yang menentukan apakah sebuah kalimat kedengaran wajar atau janggal.
| Tulisan Thai | Romanisasi JLT | Arti | Dipakai oleh / register |
|---|---|---|---|
| ผม | phǒm | saya | penutur laki-laki; netral sampai formal, aman dipakai di hampir semua situasi |
| ฉัน | chǎn | saya | umumnya penutur perempuan; santai sampai sopan, laki-laki kadang memakainya di situasi akrab |
| คุณ | khun | anda | netral untuk penutur laki-laki maupun perempuan; pilihan paling aman untuk menyapa orang yang belum dikenal |
| เรา | rao | kita | juga dipakai sebagai "aku" yang santai atau akrab, misalnya ke teman dekat atau anak kecil |
| เขา | khǎo | dia | orang ketiga untuk manusia, tidak membedakan laki-laki atau perempuan |
| มัน | man | itu | orang ketiga untuk benda dan binatang; dipakai untuk menyebut orang bisa terdengar kasar |
Sistem panggilan kekerabatan sebagai kata ganti bahasa Thai
Di luar enam kata ganti di atas, penutur Thailand sehari-hari lebih sering memakai istilah kekerabatan untuk menyapa atau menyebut orang lain, termasuk orang asing yang sama sekali bukan keluarga. Istilah itu dipilih berdasarkan perkiraan umur relatif lawan bicara terhadap si penutur, bukan hubungan darah yang sebenarnya.
| Tulisan Thai | Romanisasi JLT | Arti | Dipakai untuk |
|---|---|---|---|
| พี่ | phîi | kakak | orang yang terlihat lebih tua atau berstatus lebih senior dari penutur |
| น้อง | nóong | adik | orang yang terlihat lebih muda dari penutur |
| ลุง | lung | paman | pria yang usianya terlihat seumuran generasi paman atau ayah |
| ป้า | pâa | bibi | perempuan yang usianya terlihat seumuran generasi bibi atau ibu |
| อา | aa | bibi atau paman dari pihak ayah | kerabat atau orang seumuran generasi orang tua dari pihak ayah |
Kebiasaan ini sebenarnya bukan hal asing untuk penutur Indonesia. Kamu sudah memanggil pedagang di pasar dengan "kak", tukang ojek dengan "om", dan penjaga toko yang lebih tua dengan "tante", tanpa mereka benar-benar jadi kakak, om, atau tantemu. Bahasa Thai menjalankan kebiasaan yang sama, hanya saja lebih konsisten: panggilan kekerabatan itu dipakai menggantikan kata ganti orang pertama dan kedua sekaligus, bukan cuma sebagai sapaan pembuka.
Cakupan di atas sengaja dibatasi pada bagian yang berfungsi sebagai kata ganti orang. Sistem panggilan kekerabatan Thailand sendiri jauh lebih luas, termasuk pembedaan pihak ibu dan pihak ayah untuk paman dan bibi, dan itu topik yang layak dapat artikel tersendiri.
Cara memilih kata ganti bahasa Thai yang tepat
- Tentukan dulu jenis kelaminmu sendiri untuk bilang "saya": pakai ผม kalau kamu laki-laki, ฉัน kalau kamu perempuan.
- Pakai คุณ untuk "kamu" atau "anda" kalau ragu; ini kata ganti paling aman untuk orang yang baru dikenal, karena netral gender dan cukup sopan.
- Kalau lawan bicaramu terlihat jelas lebih tua atau lebih senior, ganti คุณ dengan panggilan kekerabatan seperti พี่, ลุง, atau ป้า sesuai perkiraan usianya.
- Kalau situasinya santai dan sebaya, เรา bisa menggantikan ผม atau ฉัน untuk "aku" yang terasa lebih akrab, bukan formal.
JazLearnThai, aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia, menautkan setiap kata ganti di atas ke halaman katanya sendiri, lengkap dengan audio dan romanisasi bernada, supaya pilihan yang tepat bisa langsung didengar dan dilatih, bukan cuma dihafal dari tabel.