JazLearnThai

Percakapan bahasa Thailand sehari-hari, disusun per situasi

Tim JazLearnThai 7 menit baca

Percakapan bahasa Thailand sehari-hari sebenarnya berputar di lima situasi saja: menyapa orang, pesan makanan di warung, naik taksi, tanya harga, dan minta tolong saat darurat. Halaman ini memberi 54 frasa yang sudah diverifikasi, disusun sebagai giliran dialog per situasi, bukan sebagai daftar kata acak.

Semua tulisan Thai dan romanisasi di halaman ini diambil apa adanya dari kamus JazLearnThai, yang hari ini memuat 2871 halaman kata bersuara. Jadi kalau kamu ragu bunyinya, klik frasanya dan dengarkan; tidak ada satu pun ejaan di sini yang dikarang.

Kenapa percakapan bahasa Thailand lebih mudah dipelajari per situasi

Percakapan bahasa Thailand adalah pertukaran giliran, bukan hafalan daftar. Turis yang menghafal 100 kata lepas tetap diam di depan penjual, karena yang dibutuhkan bukan kata ke-73, melainkan tahu giliran apa yang datang setelah giliranmu.

Itu sebabnya lima blok di bawah ditulis sebagai dialog dua orang: satu kolom untuk giliranmu, satu untuk giliran lawan bicara. Urutannya persis urutan yang terjadi di lapangan, dari salam sampai bayar.

Satu hal lagi yang membedakan bahasa Thai dari bahasa Indonesia: bahasa Thai punya 5 nada, dan nada mengubah arti kata, bukan cuma gaya bicara. Romanisasi di tabel ini memakai tanda nada (misalnya à, â, ǎ) supaya kamu tidak menebak.

Partikel sopan: satu suku kata yang wajib ada di setiap giliran

Sebelum masuk ke dialog, pasang dulu satu kebiasaan: hampir setiap giliranmu ditutup partikel sopan, dan partikelnya mengikuti jenis kelamin penutur, bukan orang yang disapa.

PartikelRomanisasiDipakai olehUntuk kalimat apa
ครับkhráplaki-lakipernyataan maupun pertanyaan
ค่ะkhâperempuanpernyataan dan jawaban
คะkháperempuankalimat pertanyaan

Situasi 1: salam dan berkenalan

Salam adalah satu-satunya dialog yang pasti kamu jalani setiap hari di Thailand, dan bentuknya hampir tidak berubah dari 7-Eleven sampai lobi hotel. Perhatikan bahwa สวัสดี (sà-wàt dii) dipakai sepanjang hari, tanpa versi pagi atau malam.

GiliranTulisan ThaiRomanisasi JLTArti
Kamuสวัสดีครับsà-wàt-dii khráphalo (laki-laki)
Diaสบายดีไหมsà-baay dii mǎiapa kabar?
Kamuสบายดีsà-baay diibaik-baik saja
Diaยินดีที่ได้รู้จักyin-dii thîi dâai rúu-càksenang berkenalan
Kamuขอบคุณครับkhòop-khun khrápterima kasih
Diaไม่เป็นไรครับmâi pen rai khráptidak apa-apa
Kamuเจอกันceuu kansampai jumpa

Kalau kamu perempuan, jawaban kabarnya berbunyi สบายดีค่ะ (sà-baay dii khâ). Untuk perpisahan, เจอกัน (ceuu kan) adalah yang normal antar orang yang akan bertemu lagi; ลาก่อน (laa-kòon) terasa lebih permanen dan jarang dipakai ke kasir atau pelayan.

Situasi 2: warung dan pesan makanan

สั่งอาหาร (sàng aa-hǎan) artinya memesan makanan, dan di ร้านอาหาร (ráan aa-hǎan) pinggir jalan seluruh transaksinya bisa selesai dalam enam giliran pendek. Pola paling berguna adalah ขอ...หน่อย (khǒo ... nòoy), yaitu "minta ... dong", dengan nama barangnya diisi di tengah.

GiliranTulisan ThaiRomanisasi JLTArti
Kamuขอ...หน่อยkhǒo ... nòoyminta ... dong
Kamuข้าวผัดkhâaw-phàtnasi goreng
Diaเผ็ดมากphèt mâakpedas sekali (dia memastikan levelnya)
Kamuเผ็ดนิดหน่อยphèt nít-nòoypedas sedikit
Kamuชาเย็นchaa yenes teh
Diaชอบไหมคะchôop mǎi khásuka ga?
Kamuอร่อยà-ròoyenak
Kamuเช็คบิลchék binminta bill

Dua frasa cadangan yang menyelamatkan meja makan: น้ำแข็ง (nám-khěng) untuk es batu, dan ไม่เอา (mâi ao) untuk menolak sesuatu yang ditawarkan. Sebelum pulang, ห้องน้ำ (hôong-nám) adalah satu kata yang membuka pintu toilet di mana saja.

Situasi 3: taksi dan menunjukkan arah

Dialog taksi hampir seluruhnya terdiri dari nama tujuan plus empat instruksi arah. Sebut tujuannya lebih dulu, baru tanya harga; urutan ini yang dipakai orang Thai sendiri.

GiliranTulisan ThaiRomanisasi JLTArti
Kamuไปpaipergi
Kamuสนามบินsà-nǎam binbandara
Kamuเท่าไหร่thâo-ràiberapa
Diaไม่ได้mâi dâitidak bisa (kalau dia menolak)
Kamuตรงไปtrong pailurus
Kamuเลี้ยวซ้ายlíiaw sáaybelok kiri
Kamuเลี้ยวขวาlíiaw khwǎabelok kanan
Kamuหยุดyùtberhenti
Kamuที่นี่thîi nîidi sini

Frasa penutup dialog taksi adalah gabungan dua giliran terakhir: หยุด untuk minta berhenti, lalu ที่นี่ untuk menegaskan titiknya. Nada di เลี้ยวขวา (líiaw khwǎa) naik-turun cukup tajam, jadi frasa ini termasuk yang paling perlu kamu dengarkan audionya, bukan cuma dibaca.

Situasi 4: belanja dan menawar harga

Menawar di pasar Thailand berjalan sopan dan pendek. Dialognya selalu berangkat dari menunjuk barang, bukan dari menyebut angka.

GiliranTulisan ThaiRomanisasi JLTArti
Kamuอันนี้an-níiyang ini
Kamuเท่าไหร่thâo-ràiberapa
Diaราคาraa-khaaharga (dia menyebut angkanya)
Kamuลดราคาlót raa-khaakurangi harga
Kamuได้ไหมdâi mǎiboleh ga? / bisa ga?
Diaไม่ได้mâi dâitidak bisa
Kamuเอาaomau / mengambil
Kamuไม่เอาmâi aotidak mau

Satu jebakan kosakata di situasi belanja: ถูก (thùuk) berarti "benar", tetapi kata yang sama juga berarti "murah". Konteks yang menentukan, jadi di pasar hampir selalu terdengar sebagai murah, sementara di kelas bahasa terdengar sebagai benar.

Situasi 5: darurat, sakit, dan minta tolong

Blok ini yang paling jarang dipakai dan paling mahal kalau tidak hafal. ช่วยด้วย (chûuay-dûuay) adalah seruan minta tolong dalam keadaan bahaya; ucapkan ini keras, tanpa partikel, tanpa basa-basi.

GiliranTulisan ThaiRomanisasi JLTArti
Kamuช่วยด้วยchûuay-dûuaytolong!
Kamuไม่สบายmâi sà-baaytidak baik-baik saja / sakit
Kamuปวดท้องpùuat thóongsakit perut
Kamuโรงพยาบาลroong phá-yaa-baanrumah sakit
Kamuตำรวจtam-rùuatpolisi
Kamuขอโทษkhǒo-thôotmaaf
Kamuขออนุญาตkhǒo à-nú-yâatmohon izin

ขอโทษ (khǒo-thôot) bekerja ganda: selain "maaf", inilah kata yang dipakai untuk "permisi" ketika kamu menyela orang atau minta perhatian petugas. Jadi kalau kamu hanya sanggup menghafal satu frasa dari blok ini, hafalkan yang itu.

Kalau kamu tidak paham jawaban lawan bicara

Ini bagian yang hampir selalu hilang dari daftar frasa turis, padahal justru di sinilah percakapan macet. Empat frasa berikut adalah tombol reset ketika giliran lawan bicara terlalu cepat.

Perhatikan bahwa ไม่ (mâi, "tidak") muncul di awal ไม่ใช่, ไม่ได้, ไม่เอา, dan ไม่สบาย. Satu suku kata bernada turun itu adalah penanda negasi bahasa Thai, dan mengenalinya saja sudah membuat separuh jawaban penjual jadi bisa ditebak.

Cara melatih dialog ini supaya benar-benar keluar saat dibutuhkan

  1. Ambil satu situasi saja per hari, bukan lima. Salam hari pertama, warung hari kedua.
  2. Dengarkan audio setiap frasa di halaman kata sebelum mengucapkannya. Nada tidak bisa dibaca dari huruf latin; itu sebabnya romanisasi di halaman ini memakai tanda nada.
  3. Latih giliran lawan bicara juga, bukan cuma giliranmu. Kalau kamu tidak pernah mendengar สบายดีไหม, kamu tidak akan mengenalinya saat diucapkan cepat.
  4. Ucapkan keras-keras dengan partikelmu terpasang, supaya ครับ atau ค่ะ jadi refleks, bukan tambahan yang kamu ingat belakangan.
  5. Ulang dengan jarak waktu, bukan sekali banyak. Lima frasa yang diulang lima hari lebih tahan daripada 54 frasa sekali baca.

JazLearnThai, aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia, punya latihan khusus untuk langkah nomor tiga: satu dialog dua orang ditampilkan dengan beberapa giliran dikosongkan, dan kamu memilih giliran yang tepat untuk setiap kekosongan. Jadi yang dilatih bukan arti kata lepas, melainkan giliran mana yang cocok di percakapan mana.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa frasa yang cukup untuk percakapan bahasa Thailand dasar?
Untuk bertahan sebagai turis, lima situasi di halaman ini sudah menutup hampir semua transaksi harian: 54 frasa, dan sekitar 15 di antaranya yang benar-benar sering keluar. Menambah kosakata baru berguna setelah lima dialog itu lancar, bukan sebelumnya.
Apakah bahasa Thailand bisa dipelajari tanpa menghafal hurufnya?
Bisa untuk percakapan dasar, karena romanisasi bertanda nada sudah cukup untuk mengucapkan frasa dengan benar. Tetapi membaca huruf Thai jadi wajib begitu kamu perlu membaca menu, papan harga, atau nama tempat.
Kenapa orang Thai kadang tidak paham padahal katanya sudah benar?
Biasanya karena nada. Bahasa Thai punya 5 nada dan nada mengubah arti kata, jadi kata yang tepat dengan nada yang salah terdengar seperti kata lain. Ini alasan setiap frasa di halaman ini punya audio.
Krap atau ka yang harus saya pakai?
Ikuti jenis kelamin kamu sebagai penutur, bukan lawan bicara. Laki-laki memakai ครับ (khráp) untuk pernyataan maupun pertanyaan; perempuan memakai ค่ะ (khâ) untuk pernyataan dan คะ (khá) untuk pertanyaan.
Apakah aman menawar harga di Thailand?
Di pasar dan toko oleh-oleh, wajar. Di restoran, minimarket, dan taksi bermeteran, tidak. Giliranmu cukup ลดราคา (lót raa-khaa) lalu ได้ไหม (dâi mǎi), dan kalau dijawab ไม่ได้ (mâi dâi), itu bukan penolakan yang kasar, hanya harga pas.
Di mana saya bisa mendengar pelafalan frasa-frasa ini?
Setiap frasa di halaman ini tertaut ke halaman kamusnya, dan setiap halaman kamus memuat audio pelafalan, pemecahan hurufnya, serta catatan pemakaiannya dalam bahasa Indonesia.

JazLearnThai, aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia, menyimpan 2871 halaman kata bersuara dengan romanisasi bernada dan latihan berjadwal. Semua frasa di artikel ini ada di dalamnya, jadi kamu bisa langsung melatih pelafalan dan giliran dialognya, bukan cuma membacanya sekali.

Latih dialog bahasa Thai gratis