JazLearnThai

Tanda nada Thailand: mai ek, mai tho, mai tri, dan mai chattawa

Tim JazLearnThai 6 menit baca

Tanda nada Thailand ada empat: ไม้เอก (mai ek), ไม้โท (mai tho), ไม้ตรี (mai tri), dan ไม้จัตวา (mai chattawa), semuanya ditulis di atas konsonan awal suku kata. Yang paling sering disalahpahami: tanda nada bukan nada itu sendiri. Mai ek tidak berarti "nada rendah"; tanda yang sama bisa menghasilkan nada yang berbeda tergantung kelas konsonan yang dipasanginya.

Ada empat tanda nada Thailand: mai ek, mai tho, mai tri, mai chattawa

Tanda nada adalah diakritik yang ditulis di atas huruf Thai untuk mengubah nada dasar sebuah suku kata. Bahasa Thai punya tepat empat tanda nada, dan aksara Thai hanya mengenal keempat itu, tidak lebih. Urutannya selalu sama: di atas konsonan awal suku kata, tidak pernah berdiri sendiri tanpa huruf yang dipasangi.

TandaNama ThaiGlyph di atas ◌Bentuk goresannya
mai ekไม้เอก◌่satu coretan pendek miring, seperti aksen tunggal
mai thoไม้โท◌้kait kecil melengkung ke kiri, mirip tanda centang terbalik
mai triไม้ตรี◌๊dua lengkung kecil berdampingan, seperti gelombang ganda
mai chattawaไม้จัตวา◌๋kait yang melingkar, seperti spiral kecil

Simbol ◌ di depan tiap tanda pada tabel itu cuma penanda posisi, konvensi yang sama dipakai di seluruh halaman kata kami untuk menunjukkan diakritik yang berdiri sendiri. Dalam tulisan Thai sungguhan, tanda nada selalu menempel pada konsonan; tidak ada kata yang hanya terdiri dari tanda nada tanpa huruf.

Tanda nada ditulis di mana: di atas konsonan awal, atau di atas vokal atas

Tanda nada Thailand selalu menempel pada konsonan awal suku kata, yaitu huruf yang menentukan kelasnya untuk perhitungan nada. Kalau suku kata memakai gugus dua konsonan seperti pl- pada ปลา (plaa, ikan), tanda nada tetap dihitung dari huruf pertama gugus itu, bukan huruf keduanya.

Posisinya bergeser kalau suku kata itu memakai simbol vokal yang juga duduk di atas konsonan, seperti ◌ั (mai han akat), ◌ิ, ◌ี, ◌ึ, atau ◌ือ. Dalam situasi itu tanda nada naik satu lapis dan ditulis di atas simbol vokalnya, bukan langsung di atas konsonannya. Contoh nyata dari korpus JazLearnThai: ตั๋ว (tǔua, tiket) menumpuk tiga elemen dalam satu kolom vertikal: ต di dasar, ◌ั mai han akat di tengah, dan ๋ mai chattawa paling atas.

Dari mana nama mai ek, mai tho, mai tri, dan mai chattawa berasal?

ไม้ (mai) pada keempat nama itu adalah kata yang sama dengan ไม้ (mái) yang berarti kayu atau batang. Dalam aksara Thai, ไม้ dipakai sebagai sebutan generik untuk tanda diakritik apa pun, bukan cuma tanda nada: nama-nama seperti ไม้หันอากาศ (simbol vokal pendek ◌ั), ไม้ไต่คู้ (tanda pemendek vokal ◌็), ไม้หน้า (simbol vokal เ), dan ไม้มลาย (simbol vokal ไ) memakai kata depan yang sama. Tanda nada bukan pengecualian; ia satu keluarga penamaan dengan tanda-tanda vokal itu.

Bagian kedua nama itulah yang membedakan satu tanda dari yang lain, dan keempatnya meminjam kata bilangan Pali atau Sanskerta untuk angka satu sampai empat: เอก (ek) untuk satu, โท (tho) untuk dua, ตรี (tri) untuk tiga, dan จัตวา (chattawa) untuk empat. Kata bilangan serapan yang sama juga dipakai untuk menamai nada bahasa Thai (เอก, โท, ตรี, จัตวา ada di antara lima nama nada), tetapi daftar nama tanda dan daftar nama nada adalah dua daftar berbeda yang kebetulan berbagi kata bilangan.

Mai ek bukan berarti "nada rendah": kenapa tanda nada bukan nada

Nada yang keluar dari satu suku kata Thai dihitung dari tiga hal sekaligus: kelas konsonan awalnya, jenis suku katanya, dan tanda nada kalau ada. Tanda nada hanyalah satu dari tiga input itu, bukan jawaban akhirnya sendiri. Itu sebabnya tanda yang persis sama bisa menghasilkan nada yang berbeda, tergantung huruf apa yang dipasangi.

Tanda nadaKelas menengah (contoh)NadaKelas rendah (contoh)Nada
mai ek (◌่)ป่า (pàa, hutan); ป kelas menengahrendahไม่ (mâi, tidak); ม kelas rendahturun
mai tho (◌้)ป้า (pâa, bibi); ป kelas menengahturunไม้ (mái, kayu); ม kelas rendahtinggi

Baca dua barisnya berdampingan. Mai ek pada ป่า dan ไม่ adalah tanda yang persis sama, ditulis dengan cara yang persis sama, tetapi ป่า bernada rendah sedangkan ไม่ bernada turun. Begitu juga mai tho pada ป้า dan ไม้: satu bernada turun, satu lagi bernada tinggi. Satu-satunya yang berbeda di tiap pasangan adalah kelas konsonan awalnya, bukan tandanya.

Konsekuensinya untuk belajar: melihat mai ek di atas sebuah huruf belum memberi tahu nadanya sebelum kamu tahu kelas konsonan yang dipasanginya. Menghafal "mai ek sama dengan nada rendah" akan benar untuk sebagian kata dan salah untuk sebagian lainnya, dan bagian yang salah itu justru sering muncul di kata sehari-hari seperti ไม่ (mâi, tidak).

Mai tri dan mai chattawa hanya muncul di konsonan kelas menengah

Dari empat tanda nada, dua di antaranya, mai tri dan mai chattawa, praktis hanya ditulis di atas kesembilan konsonan kelas menengah (ก จ ฎ ฏ ด ต บ ป อ). Mai ek dan mai tho lebih fleksibel dan bisa menempel pada ketiga kelas konsonan Thailand: menengah, tinggi, dan rendah.

Contohnya โต๊ะ (tó, meja) memakai mai tri di atas ต, yang berkelas menengah, dan karena itu bernada tinggi. เดี๋ยวนี้ (dǐiaw-níi, sekarang juga) memakai mai chattawa di atas ด pada suku pertama, juga kelas menengah, dan bernada naik. Kalau kamu melihat ๊ atau ๋ menempel pada huruf yang bukan salah satu dari sembilan konsonan kelas menengah itu, ejaan itu patut dicurigai; dua tanda ini tidak berlaku untuk konsonan kelas tinggi maupun kelas rendah.

Ringkasan: empat hal yang perlu diingat tentang tanda nada

  1. Tanda nada bukan label nada. Ia salah satu dari tiga bahan yang dihitung bersama kelas konsonan dan jenis suku kata untuk menghasilkan salah satu dari lima nada bahasa Thai.
  2. Mai ek (◌่) dan mai tho (◌้) menempel di ketiga kelas konsonan; mai tri (◌๊) dan mai chattawa (◌๋) hanya menempel di kelas menengah.
  3. Tanda nada ditulis di atas konsonan awal suku kata, atau di atas simbol vokal atas kalau suku kata itu memakainya, seperti pada ตั๋ว.
  4. Nama keempat tanda meminjam kata bilangan Pali-Sanskerta satu sampai empat (เอก, โท, ตรี, จัตวา), tetapi nama itu tidak menyebut nada yang dihasilkan tandanya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Ada berapa tanda nada dalam bahasa Thailand?
Empat: ไม้เอก (mai ek), ไม้โท (mai tho), ไม้ตรี (mai tri), dan ไม้จัตวา (mai chattawa). Bahasa Thai sendiri punya lima nada, jadi satu nada, nada dasar tanpa tanda, tidak memakai tanda apa pun.
Apakah mai ek selalu berarti nada rendah?
Tidak. Mai ek menghasilkan nada rendah di konsonan kelas menengah dan kelas tinggi, tetapi menghasilkan nada turun di konsonan kelas rendah, seperti pada ไม่ (mâi, tidak). Tanda yang sama, nada berbeda, tergantung kelas hurufnya.
Kenapa mai tri dan mai chattawa jarang terlihat?
Karena keduanya praktis hanya dipakai bersama sembilan konsonan kelas menengah, sedangkan kata Thai sehari-hari jauh lebih sering memakai konsonan kelas rendah dan tinggi. Contoh yang memakainya pun umumnya kata serapan atau kata percakapan, seperti โต๊ะ (tó, meja).
Dari mana nama mai ek, mai tho, mai tri, dan mai chattawa berasal?
Dari kata bilangan Pali dan Sanskerta untuk satu sampai empat: เอก, โท, ตรี, จัตวา. Kata ไม้ di depan tiap nama adalah sebutan generik Thai untuk tanda diakritik, sama seperti pada ไม้หันอากาศ dan ไม้ไต่คู้.
Di mana tanda nada ditulis kalau konsonannya sudah punya vokal di atas?
Di atas simbol vokal itu, bukan langsung di atas konsonannya. Contohnya ตั๋ว (tǔua, tiket): mai chattawa duduk di atas mai han akat, dan mai han akat duduk di atas ต.

JazLearnThai adalah aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia: 2.871 halaman kata dengan audio dan romanisasi yang menuliskan nada secara eksplisit, jadi setiap tanda nada di halaman ini bisa langsung kamu dengar dibunyikan pada kata aslinya, bukan cuma dibaca.

Latih nada dan tanda nada Thailand gratis