JazLearnThai

Vokal bahasa Thai: 32 bentuk, posisinya, dan pasangan pendek-panjangnya

Tim JazLearnThai 11 menit baca

Vokal bahasa Thai ditulis dengan 16 simbol dasar yang bergabung menjadi 32 bentuk vokal baku: 18 vokal tunggal, 6 vokal gabungan, dan 8 vokal tambahan. Yang paling sering menjebak pemula bukan bunyinya, melainkan posisinya, karena satu simbol vokal bisa ditulis sesudah, sebelum, di atas, di bawah, atau mengelilingi konsonannya.

Vokal bahasa Thai itu 32 bentuk tulisan, bukan 32 bunyi

Angka 32 yang beredar di mana-mana adalah jumlah bentuk vokal baku dalam daftar สระ yang diajarkan di sekolah Thai, bukan jumlah bunyi vokal yang berbeda. Ketiga puluh dua bentuk itu dibangun dari 16 simbol dasar yang bisa berdiri sendiri atau bergabung, dan pengelompokannya di daftar tradisional Thai adalah 18 + 6 + 8.

KelompokNama ThaiJumlahIsinya
Vokal tunggalสระเดี่ยว189 kualitas vokal, masing-masing punya versi pendek dan panjang
Vokal gabunganสระประสม63 diftong, masing-masing punya versi pendek dan panjang
Vokal tambahanสระเกิน8ไ◌ ใ◌ เ◌า ◌ำ ฤ ฤๅ ฦ ฦๅ; bukan bunyi vokal murni

Kalau yang dihitung adalah bunyi, angkanya berbeda. Secara fonologis bahasa Thai punya 9 kualitas vokal tunggal dan 3 diftong, jadi 24 bunyi vokal (18 tunggal + 6 diftong). Delapan vokal tambahan tidak masuk hitungan itu karena empat di antaranya (ไ◌ ใ◌ เ◌า ◌ำ) sebenarnya vokal pendek yang sudah membawa bunyi penutupnya, dan empat sisanya (ฤ ฤๅ ฦ ฦๅ) adalah huruf serapan Sanskerta yang membawa bunyi konsonan r atau l.

Tabel lengkap 32 vokal Thai: bentuk, bunyi, posisi, dan contoh kata

Tanda ◌ di tabel ini adalah tempat konsonannya berdiri, bukan huruf. Jadi ◌า berarti simbol า ditulis sesudah konsonan, dan เ◌ berarti simbol เ ditulis sebelum konsonan. Kolom bunyi memakai romanisasi JLT, sistem yang sama dengan yang dipakai di seluruh halaman kata kami, dan contoh kata yang bertaut bisa langsung kamu dengar audionya.

BentukNamaBunyi (JLT)Posisi simbolContoh kata
◌ะสระอะa (pendek)sesudahจะ (cà, akan)
◌าสระอาaa (panjang)sesudahมา (maa, datang)
◌ิสระอิi (pendek)di atasกิน (kin, makan)
◌ีสระอีii (panjang)di atasดี (dii, baik)
◌ึสระอึeu (pendek)di atasหนึ่ง (neùng, satu)
◌ือสระอือeuu (panjang)di atas + sesudahมือ (meuu, tangan)
◌ุสระอุu (pendek)di bawahสุด (sùt, ujung)
◌ูสระอูuu (panjang)di bawahดู (duu, menonton)
เ◌ะสระเอะe (pendek)sebelum + sesudahเด็ก (dèk, anak; bentuk berubah เ◌็)
เ◌สระเอee (panjang)sebelumเพลง (phleeng, lagu)
แ◌ะสระแอะe (pendek)sebelum + sesudahแข็ง (khěng, keras; bentuk berubah แ◌็)
แ◌สระแอee (panjang)sebelumแดง (deeng, merah)
โ◌ะสระโอะo (pendek)sebelum + sesudahโต๊ะ (tó, meja)
โ◌สระโอoo (panjang)sebelumโรงเรียน (roong-riian, sekolah)
เ◌าะสระเอาะo (pendek)sebelum + sesudahเกาะ (kò, pulau)
◌อสระออoo (panjang)sesudahต่อ (tòo, melanjutkan)
เ◌อะสระเออะeu (pendek)sebelum + sesudahเยอะ (yeú, banyak)
เ◌อสระเออeuu (panjang)sebelum + sesudahเธอ (theuu, kamu)
เ◌ียะสระเอียะia (pendek)sebelum + di atas + sesudahhampir tidak dipakai di kata sehari-hari
เ◌ียสระเอียiia (panjang)sebelum + di atas + sesudahเรียน (riian, belajar)
เ◌ือะสระเอือะeua (pendek)sebelum + di atas + sesudahhampir tidak dipakai di kata sehari-hari
เ◌ือสระเอือeuua (panjang)sebelum + di atas + sesudahเดือน (deuuan, bulan)
◌ัวะสระอัวะua (pendek)di atas + sesudahhampir tidak dipakai di kata sehari-hari
◌ัวสระอัวuua (panjang)di atas + sesudahหัว (hǔua, kepala)
ไ◌สระไอ (ไม้มลาย)aisebelumไป (pai, pergi)
ใ◌สระใอ (ไม้ม้วน)aisebelumใจ (cai, hati)
เ◌าสระเอาaosebelum + sesudahเรา (rao, kita)
◌ำสระอำamdi atas + sesudahน้ำ (nám, air)
reu (pendek)berdiri sendiriฤดู (reú-duu, musim)
ฤๅฤๅreuu (panjang)berdiri sendirisangat jarang, hampir hanya di kata sastra
leu (pendek)berdiri sendirisudah tidak dipakai lagi
ฦๅฦๅleuu (panjang)berdiri sendirisudah tidak dipakai lagi

Empat bentuk terakhir dalam daftar 32 vokal Thai menjelaskan kenapa banyak buku Thai modern menyebut 28 bentuk, bukan 32: ฦ dan ฦๅ sudah mati dari peredaran, dan ฤ ฤๅ nyaris hanya hidup di kata serapan. Tiga diftong pendek (เ◌ียะ, เ◌ือะ, ◌ัวะ) juga praktis hanya muncul di kata seru dan tiruan bunyi, jadi kami tidak menuliskan contoh kata yang tidak ada di korpus kami.

Di mana simbol vokal Thai ditulis? Lima posisi, bukan satu

Posisi simbol vokal Thai adalah letak fisiknya terhadap konsonan yang dibunyikan lebih dulu, dan ada lima kemungkinan: sesudah, sebelum, di atas, di bawah, dan mengelilingi konsonan dari dua atau tiga sisi sekaligus. Aksara Thai adalah abugida, jadi simbol vokal memang menempel pada konsonannya, bukan berdiri berurutan seperti huruf latin.

Urutan menulis bukan urutan membaca

Lima simbol yang ditulis sebelum konsonan (เ แ โ ไ ใ) tetap dibunyikan sesudah konsonannya. Itulah sebabnya ไป dibaca pai dan bukan aip, dan โต๊ะ dibaca tó dan bukan otá. Simbolnya berada di kiri, bunyinya di kanan.

Aturan tambahan yang jarang dijelaskan: kalau vokalnya punya bagian di depan dan di belakang, dan suku katanya dimulai dengan gugus konsonan, pemisahannya mengelilingi seluruh gugus, bukan hanya huruf pertama. Di เพลง (phleeng, lagu) simbol เ berdiri di depan gugus พล, bukan di antara พ dan ล. Di เครื่อง (khreûuang) simbol เ berdiri di depan gugus คร, sementara ◌ื duduk di atas ร dan อ ditulis sesudahnya.

9 pasangan vokal pendek dan panjang, dan kapan panjangnya mengubah arti

Panjang vokal adalah lama bunyi vokal ditahan, dan di bahasa Thai panjang vokal membedakan makna, bukan gaya bicara. Delapan belas vokal tunggal Thai sebenarnya hanya 9 kualitas vokal yang masing-masing punya versi pendek dan panjang; tiga vokal gabungan juga berpasangan begitu.

PasanganPendekPanjangContoh yang bertaut
a◌ะ◌าจะ (cà) dan มา (maa)
i◌ิ◌ีกิน (kin) dan ดี (dii)
eu◌ึ◌ือหนึ่ง (neùng) dan มือ (meuu)
u◌ุ◌ูสุด (sùt) dan ดู (duu)
eเ◌ะเ◌เด็ก (dèk) dan เพลง (phleeng)
e terbukaแ◌ะแ◌แข็ง (khěng) dan แดง (deeng)
oโ◌ะโ◌โต๊ะ (tó) dan โรงเรียน (roong-riian)
o terbukaเ◌าะ◌อเกาะ (kò) dan ต่อ (tòo)
eu terbukaเ◌อะเ◌อเยอะ (yeú) dan เธอ (theuu)
iaเ◌ียะเ◌ียเรียน (riian) untuk versi panjang
euuaเ◌ือะเ◌ือเดือน (deuuan) untuk versi panjang
uua◌ัวะ◌ัวหัว (hǔua) untuk versi panjang

Pasangan minimal terbaik untuk membuktikan panjang vokal itu penting ada di korpus kami: เข้า (khâo) berarti masuk, sedangkan ข้าว (khâaw) berarti nasi. Konsonan awalnya sama (ข), nadanya sama (turun), yang berbeda hanya panjang vokalnya. Contoh kedua: สุด (sùt) berarti ujung dan สูตร (sùut) berarti resep, dua kata bernada rendah yang dipisahkan panjang vokal saja.

Panjang vokal juga ikut menentukan nada suku kata, bersama kelas konsonan awal dan jenis konsonan penutupnya. Untuk halaman ini cukup satu kesimpulan: menahan vokal terlalu pendek atau terlalu panjang bukan aksen, itu kata yang berbeda.

Vokal yang berubah atau hilang bentuknya saat ada konsonan akhir

Sembilan bentuk vokal Thai berganti wujud begitu suku katanya ditutup konsonan akhir. Tata ejaan Thai menyebutnya สระเปลี่ยนรูป (bentuk yang berubah) dan สระลดรูป (bentuk yang menyusut atau hilang), dan keduanya diajarkan di kelas 1 sampai 2 sekolah dasar Thai. Bunyi dan nadanya tidak berubah; hanya tulisannya yang berubah.

VokalBentuk terbukaBentuk saat ada konsonan akhirContoh kata
สระอะ◌ะ◌ั (ไม้หันอากาศ)วัน (wan, hari), จับ (càp, memegang)
สระเอะเ◌ะเ◌็ (ไม้ไต่คู้)เป็น (pen, adalah), เย็น (yen, sore/dingin)
สระแอะแ◌ะแ◌็แข็ง (khěng, keras)
สระโอะโ◌ะhilang sama sekaliคน (khon, orang), ลด (lót, mengurangi)
สระเอาะเ◌าะ◌็อpada ล็อก dan บล็อก; belum ada di korpus kami
สระเออเ◌อเ◌ิเกิน (keuun, melebihi)
สระเออ + ยเ◌อเ◌ยเคย (kheuuy, pernah), เลย (leuuy, sama sekali)
สระอือ◌ือ◌ืยืน (yeuun, berdiri), มืด (meûut, gelap)
สระอัว◌ัว◌วสวน (sǔuan, taman)

Perubahan yang paling penting dan paling sering menjegal pemula adalah สระโอะ: vokal o pendek hilang total kalau ada konsonan akhir, jadi kata seperti คน (khon, orang) dan นก (nók, burung) sama sekali tidak punya simbol vokal yang terlihat. Kalau kamu melihat dua konsonan menempel tanpa satu pun tanda vokal, kandidat pertamanya adalah vokal o pendek yang tidak ditulis.

Satu bentuk susut lagi yang tidak masuk tabel: สระออ juga kehilangan bentuk อ-nya di depan konsonan akhir ร, seperti pada พร dan ศร. Dan ก็ (kôo, juga) adalah kasus tersendiri: bentuknya terlihat seperti สระเอาะ yang menyusut, tetapi dibaca panjang.

Kenapa ada dua vokal ai: ใ◌ hanya untuk 20 kata, ไ◌ untuk sisanya

ใ◌ (สระใอ, ไม้ม้วน) dan ไ◌ (สระไอ, ไม้มลาย) berbunyi persis sama, ai, dan dua-duanya ditulis sebelum konsonan. Bedanya murni sejarah ejaan: ใ◌ dipakai hanya pada 20 kata Thai asli, dan semua kata lain memakai ไ◌.

Anak sekolah di Thailand menghafal kedua puluh kata itu lewat satu syair yang dimulai dengan ผู้ใหญ่หาผ้าใหม่ ให้สะใภ้ใช้คล้องคอ. Delapan di antaranya sudah punya halaman kata di korpus kami: ใหญ่ (yài, besar), ใหม่ (mài, baru), ใช้ (chái, menggunakan), ใกล้ (klâi, dekat), ใส่ (sài, memakai), ใต้ (tâi, selatan), ใคร (khrai, siapa), dan สะใภ้ (sà-phâi, menantu perempuan).

Empat vokal tambahan yang bukan vokal murni: ไ◌ ใ◌ เ◌า ◌ำ

ไ◌, ใ◌, เ◌า, dan ◌ำ dihitung sebagai vokal dalam daftar 32, tetapi masing-masing sebenarnya vokal pendek yang sudah membawa bunyi penutupnya sendiri: ai adalah a pendek plus luncuran y, ao adalah a pendek plus luncuran w, dan am adalah a pendek plus m. Itu sebabnya keempatnya tidak punya pasangan panjang di dalam kelompoknya.

Versi panjangnya ada, tetapi ditulis dengan cara lain, memakai ◌า plus konsonan penutup. Bandingkan เข้า (khâo, masuk) dengan ข้าว (khâaw, nasi), lalu ไม่ (mâi, tidak) dengan ง่าย (ngâay, mudah), dan ทำ (tham, melakukan) dengan จาม (caam, bersin).

Empat bentuk sisanya di kelompok vokal tambahan, ฤ ฤๅ ฦ ฦๅ, adalah huruf vokalik serapan Sanskerta yang membawa bunyi konsonan r atau l sekaligus. ฤ tidak punya satu bacaan tetap: di ฤดู (reú-duu, musim) ia dibaca reu, di อังกฤษ (Inggris) ia dibaca ri, dan di ฤกษ์ ia dibaca mendekati reu panjang. ฦ dan ฦๅ sudah tidak dipakai lagi dalam tulisan Thai modern.

Urutan belajar vokal Thai yang masuk akal

  1. Hafalkan lima simbol yang ditulis di depan konsonan lebih dulu: เ แ โ ไ ใ. Daftar terpendek dengan dampak terbesar, karena kelima inilah yang membuat kata terbaca terbalik.
  2. Tambahkan enam simbol yang menempel di atas dan di bawah: ◌ิ ◌ี ◌ึ ◌ื di atas, ◌ุ ◌ู di bawah. Sesudah ini kamu sudah bisa mengeja กิน, ดี, dan ดู.
  3. Latih sembilan pasangan pendek-panjang dengan audio, bukan dengan mata. Panjang vokal tidak kelihatan dari romanisasi latin sebanyak yang kamu duga, dan salah panjang berarti salah kata.
  4. Baru masuk ke sembilan bentuk yang berubah saat ada konsonan akhir. Mulai dari สระโอะ yang hilang total, karena itu yang paling sering muncul: คน, ลด, นก.
  5. Tunda tiga diftong pendek (เ◌ียะ เ◌ือะ ◌ัวะ) dan empat huruf Sanskerta (ฤ ฤๅ ฦ ฦๅ) sampai kamu bisa membaca papan nama. Itu bukan malas, itu urutan biaya dan manfaat.
  6. Uji dengan kata utuh yang bunyinya sudah kamu kenal, bukan daftar simbol lepas: เดือน, เรียน, หนังสือ, น้ำ.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Vokal bahasa Thai ada berapa?
Ada 32 bentuk vokal baku dalam daftar tradisional Thai, yang dibangun dari 16 simbol dasar. Kalau yang dihitung bunyi, jumlahnya 24: 18 vokal tunggal (9 kualitas kali dua panjang) dan 6 vokal gabungan. Banyak buku modern menyebut 28 karena empat bentuk (ฤ ฤๅ ฦ ฦๅ) nyaris tidak dipakai.
Kenapa vokal Thai ditulis di depan konsonan tapi dibaca setelahnya?
Karena aksara Thai adalah abugida: simbol vokal menempel pada konsonan, bukan berdiri berurutan. Lima simbol ditulis di kiri konsonan (เ แ โ ไ ใ) tetapi selalu dibunyikan sesudahnya, jadi ไป dibaca pai, bukan aip.
Apa bedanya ใ dan ไ kalau bunyinya sama?
Bunyinya sama, ai, dan posisi tulisnya sama, sebelum konsonan. Bedanya ejaan: ใ hanya dipakai pada 20 kata Thai asli seperti ใหญ่, ใหม่, dan ใช้; semua kata lain memakai ไ. Kalau ragu, ไ adalah pilihan default yang jauh lebih sering benar.
Kenapa ada kata Thai yang tidak punya simbol vokal sama sekali?
Karena vokal o pendek (สระโอะ) hilang bentuknya kalau suku katanya ditutup konsonan akhir. คน dibaca khon dan นก dibaca nók meski tidak ada satu pun tanda vokal yang terlihat. Ini disebut สระลดรูป dalam tata ejaan Thai.
Apakah panjang vokal Thai benar-benar mengubah arti?
Ya. เข้า (khâo) berarti masuk dan ข้าว (khâaw) berarti nasi, dengan konsonan dan nada yang sama; yang membedakan hanya panjang vokalnya. Panjang vokal juga ikut menentukan nada suku kata, jadi menahannya terlalu pendek bukan soal aksen.
Perlukah menghafal 32 vokal sebelum mulai membaca?
Tidak. Lima simbol di depan konsonan (เ แ โ ไ ใ) plus enam yang menempel di atas dan di bawah sudah cukup untuk mengeja ratusan kata sehari-hari. Sembilan bentuk yang berubah saat ada konsonan akhir lebih mendesak dipelajari daripada tiga diftong pendek yang hampir tidak pernah muncul.

JazLearnThai adalah aplikasi belajar bahasa Thai untuk penutur Indonesia: 2871 halaman kata dengan audio, romanisasi bernada, dan rincian huruf serta simbol vokal di setiap kata. Semua contoh di halaman ini diambil dari korpus itu, jadi setiap bentuk vokal di tabel bisa langsung kamu dengar pada kata nyata, bukan hanya dibaca sebagai simbol.

Latih baca vokal Thai gratis dengan audio